Categories

What Time It Is?

Selasa, 01 Januari 2013

Bulir-Bulir Memori

Kembali terulang lagi. Begitu nyata dan terasa sangat dekat. Saat detik-detik itu bergulir, bahkan tak mampu untuk sedetik pun berpaling. Menikmati alur kehidupan yang tak begitu asing antara ia dua batas yang berdekatan. Walau tirai saat itu telah tertutup, namun kisah ini kan selalu bermain di belakang layar kehidupan yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Mengarungi setiap hastanya, diatas perahu kertas yang siap mengantarku kemana-mana.
Senin, 31 Desember 2012

Biografi Penulis

DSCF7832
Nama : Ahmad Muti’ul Alim
Tempat Tanggal Lahir : Bali, 29 Januari 1993
Hobi : Main Game, Musik, Sepak Bola, Badminton, Basket, Menulis.
Cita-cita : Novelia, Sastrawan Religius, Dosen tafsir, Pemusik handal, Nikah.
Email : Aliem812@gmail.com
Contact : 081916199022
Pengalaman :
- SD/MI : Madrasah Ibtidaiyah Negeri Banyubiru, Banyubiru-Bali --> 1999-2005
- SMP/MTS : Madrasah Tsanawiyah Negeri Negara, Negara-Bali --> 2005-2008
- SMA/MA : Madrasah Aliyah Negeri Negara, Negara-Bali --> 2008-2011
- Univ/Sarj : Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra Jakarta Jurusan Ushuluddin,
                     Prodi Tafsir dan Ilmu Alquran --> 2011- sekarang
Quote :

“ Untuk tetap hidup, kau harus meninggalkan tulisanmu minimal satu seumur hidup”
Kamis, 13 Desember 2012

Makna Kata-Kata Itu

Perhatikan cuplikan cerita berikut!
Seorang anak yang baru memasuki usia SMA, baru saja mendapatkan sebuah hadiah buku baru dari kedua orang tuanya. Sang anak pun dengan berbahagia dan antusias menerima buku tersebut, selain karena buku tersebut terbatas peredarannya di pasaran, juga karena buku tersebut memang buku yang sangat dia inginkan, dan dengan harapan, ia dapat mempresentasikan isinya didepan guru dan teman-temannya pada saat presentasi besok. Ia pun berniat untuk memulai membacanya. “Mendapatkan Seribu Makna Dari Membaca”, begitulah judul yang tertera pada cover buku yang berada di tangannya. Ketertarikannya pun membuat jemarinya lancar untuk mulai membuka satu demi satu lembaran buku tersebut. Akhirnya dalam hitungan jam, ia sudah bisa menyelesaikan bacaannya. Betapa senangnya ia dengan semua yang telah ia lakukan pada saat itu.

Buang Uneg-Uneg? Kenapa gak?

Ruang privat. Apa sih itu ruang privat? Apakah itu sejenis ruangan berbentuk kamar berukuran kecil yang hanya kita boleh memasukinya tanpa ada campur tangan dari orang lain? Jika saat ini anda berfikir demikian, maka saya akan memberikan anda skor 50, karena untuk sementara anda sudah cukup cerdas untuk mengartikannya. Tapi tentu bukan itu saja yang saya inginkan disini. Karena ruang privat yang saya maksud kali ini lebih luas dari definisi yang anda berikan tadi. Jauh-jauh hari sebelum saya membaca beberapa lembaran opini dari dosen bahasa Indonesia yang mengajar saya, saya juga akan berfikiran hampir sama dengan yang anda fikirkan tadi. Tapi minggu ini saya mendapatkan ilmu baru lagi dari beberapa lembaran opini yang diberikan dosen Bahasa Indonesia kepada saya, dan isinya adalah mengenai ruang privat. Untuk itu, tidaklah sah rasanya jika saya tidak membagikan ilmu itu kepada orang lain, selain itu juga saya ingin mengikat makna dari ilmu yang telah saya dapat tadi dengan menuliskannya.

Writer's Block? Toolbox?

            Bagi sebagian orang, mungkin istilah-istilah diatas masih terdengar cukup asing. Apa itu Writer’s block, Tool box, dan Free Writing? Hal yang sama pun mungkin akan terjadi padaku, jika aku tak pernah bertatapan dengan artikel yang sungguh telah menyadarkan aku dari paradigma tulis-menulis yang selama ini aku tancapkan jauh dibawah alam sadarku. Namun, kini aku ibarat tanaman kecil yang baru saja mendapatkan setetes air yang mampu memanjangkan batang dan merimbunkan daunku.
            Sebelumnya, menulis bagaikan momok yang begitu menakutkan bagiku. Aku selalu terbayangi oleh hal-hal yang membuatku menghentikan deru laju pena, yang telah melesat diatas kertas putihku. Dan hal itu pun tak perlu aku cari jauh-jauh pembuktiannya. Detik ini pun, aku masih mengalami beberapa kebuntuan, terkait penyusunan kata-kata yang akan aku gunakan untuk menyelesaikan tugas ini.

Mau Pinter Kok Praktis?

Hampir semua orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, tentu tidak asing lagi dengan kata-kata seperti: skripsi, karya ilmiah, tesis, desertasi, dan lain-lainnya. Dan setiap pelaku pendidikan pun mau tidak mau harus bergulat dengan hal-hal tersebut, sebelum akhirnya mereka bisa diakui oleh khalayak. Dan untuk melewati tahap demi tahap hingga dapat menghasilkan hal-hal di atas pun perlu perjuangan yang sangat rumit. Jadi bukanlah sebuah hal yang mengherankan jika kemudian hasil yang diperoleh melalui metode-metode yang benar, akan mendapatkan sebuah kepuasan dan penghargaan tersendiri bagi pelaku pendidikan tersebut.
Tapi ada satu hal yang patut bin wajib mendapatkan perhatian lebih lanjut, yaitu mengenai masalah kejujuran. Karena, meskipun tesis, skripsi, karya ilmiah,

Mengelola Pengetahuan

Sebuah artikel yang sangat menarik yang baru saya baca. Diawali oleh statement DAVE MEIER didalam bukunya Accelerated Learning Handbook dikatakan bahwa pembelajaran yang sungguh-sungguu dalam tempo waktu tertentu dapat memberikan hasil yang maksimal. Karena dengan waktu yang diberikan kepada pembelajar, maka otaknya dapat mengolah hal-hal baru tersebut, sehingga ada hal yang melekat yang bisa didapati didalam dirinya.
Setiap pengajar memiliki strategi dan konsep masing-masing dalam menghadapi proses belajar-mengajarnya. Namun dari catatan ini, saya mendapatkan sebuah konsep yang luar biasa. Disini ada sebuah penggambaran bahwa proses belajar mengajar yang diibaratkan dengan orang yang sedang menuangkan air kedalam cangkir dan

About Me

Komen di Tweet ya..